Ring Road Salatiga di hari Minggu

Sudah lama tidak ke Semarang sejak pindah ke Solo. Minggu kemarin ada kesempatan untuk ke Semarang untuk mengantarkan istri yang ada pertemuan profesi. Di perjalanan tepatnya di Salatiga, secara otomatis pasti melewati ring road baru untuk menghemat waktu perjalanan ke Semarang, karena pastilah ring road tidak begitu banyak kendaraan, terutama kendaraan berat, karena setahu saya kendaraan berat masih melewati jalur yang lama disebabkan curam dan panjangnya tanjakan di ring road.

Sedikit mengecewakan ketika lewat di ring road bagian tengah, karena ada pasar Minggu pagi karena pedagang dan pejalan kaki meluber di badan jalan, sehingga kendaraan harus jalan sangat pelan sekali. Memang daerah itu adalah lokasi terbuka, datar, luas dan punya pemandangan yang sangat bagus. Sekali lagi, pemandangannya sangat bagus. Kalau tidak ada pasar Minggu pagi pun sering ramai masyarakat duduk2 di pinggir untuk menikmati pemandangan, namun tidak sampai memacetkan jalan.

Yang saya sayangkan memang hanya pasar Minggu pagi, karena setahu saya konsep ring road adalah untuk memecah kemacetan yang ada di jalan raya atau untuk mengalihkan arus lalu lintas agar tidak melewati dalam kota. Dengan adanya pasar Minggu tersebut, maka fungsi ring road itu sendiri jadi gagal berfungsi.

Kalau menurut saya, lebih tepat jika pemerintah kota Salatiga mulai menertibkan kegiatan tersebut dan memindahkan ke lokasi yang lain, sebelum pasar tersebut menjadi semi permanen dan lama kelamaan jadi permanen. Mungkin bisa menganjurkan ke Car Free Day atau membuka lahan khusus untuk pasar Minggu pagi tidak jauh dari lokasi ring road dengan fasilitas parkir dan memadai. Tentunya bisa menambah pendapatan kota dari parkir dan retribusi pedagang serta keamanan dan kenyamanan pengunjung dan pengendara pengguna ring road. Mungkin saya membandingkan dengan beberapa konsep ringroad yang ada di kota2 lain, seperti RR utara dan RR selatan Jogja, Arteri Semarang, RR Mojosongo-Karanganyar Solo, RR Kendal yang memang dikhususkan untuk memperlancar arus lalu lintas yang tidak masuk kota. Untuk pasar Minggu pagi seperti di Manahan Solo, Car Free Day Slamet Riyadi Solo, Simpang5 Semarang (sekarang katanya sudah dipindah ke Stadion Diponegoro).

Demikian pendapat saya yang hanya pengguna jalan ring road, penikmat pasar Minggu pagi, yang bukan ahli tata ruang kota dan bukan ahli lalu lintas. Dan saya tidak berkumis.


Tinggalkan Balasan