Dilarion

blog o dilarion

Piknik naik Prameks

3 Mei 2008, hari Sabtu, long weekend di Solo. siang-siang tidak ada acara mendadak si kecil rewel ingin naik kereta. Sepertinya pengen naik kereta yang seperti di supermarket ADA, beli koin 1000 x 2, bisa naik kereta muter2 4x putaran. Tapi berhubung di Solo, tidak tahu tempat yang ada keretanya, akhirnya sepakat untuk naik kereta Prameks ke Jogja. Lagipula sudah lama sekali sudah lama ingin naik kereta Prameks. Itung2 nostalgia masa berpacaran yang tak dapat terlupakan terbayang bayang di mata tak luput dari pandangan (H. Ona Sutra sekali… )

Akhirnya naik Prameks 7 yang berangkat jam 11.45. Beli tiket masing-masing Rp. 7000 untuk 1 orang dewasa, untuk si kecil nggak bayar dianggap batita, dan bisa dipangku. Tiket sejak dari dulu kala tidak berubah, cuma seperti kertas karton tebal berukuran kira2 2×3 cm, dengan font mirip Times, dengan lobang di tengah karcis untuk meletakkan di tempat diteket di loket. Keretanya berwarna kuning mungkin ex Jepang, bukannya meremehkan sih, apa bisa beli baru ?

Berbeda sekali dengan kereta Prameks yang dulu biasa ditumpangi. Masih sama-sama kereta diesel dengan mesin di tiap gerbong, dengan pintu geser hidrolis otomatis, Prameks dulu bertempat duduk layaknya kereta Senja Utama Bisnis. dengan jok vinyl warna hijau, tapi hanya berkapasitas 2 orang dan permanen, tidak bisa diubah posisi tempat duduknya (saling berhadapan), tapi cukup nyaman. Sedangkan Prameks sekarang memakai tempat duduk seperti bangku panjang dan nggak ada empuk2nya ehhehhe. cuma yang sekarang jauh lebih bersih, jadi sangat terasa nyaman meskipun bangkunya keras, sepertinya memang orientasinya untuk memuat banyak penumpang, karena tempat berdiri lebih banyak hehehe ..

Yang paling antusias sejak datang ke Stasiun Balapan adalah si kecil, karena dia memang sangat ngefans sekali dengan kereta api, mungkin ini karena sejak kecil dia memang suka sekali menonton Thomas the Tank Engine yang mengisahkan persahabatan para kereta uap di Pulau Sodor. Meskipun terlihat sekali kalau kelelahan dan mengantuk, Lala tidak ingin melewatkan sedetikpun pengalamannya naik Prameks ke Jogja.

Sampai di Jogja, kita turun di Stasiun Tugu dan berjalan2 di Maliboro, lalu mampir di Mall Malioboro untuk makan di McD. Cuma makan McD saja sampai di Jogja naik Prameks heheheheh …

Sesudah makan siang, muter2 mall, lalu jam 15.00 sesuai target harus mulai jalan kembali ke Tugu agar tidak ketinggalan Prameks jam 16.00. Ternyata jalan sampai Tugu baru 15.30, tapi mendung sudah terlihat gelap di atas Stasiun. Prameks belum datang, tapi petugas kereta memperbolehkan penumpang Prameks untuk naik kereta Lodaya dari Bandung, tapi naik yang gerbong bisnis, bukan yang eksekutif / AC.

Naik kereta Lodaya lebih nyaman, karena tempat duduk luas, empuk dan cepat, karena tidak berhenti di stasiun2 sekunder seperti Lempuyangan, Delanggu, Kartosuro. Dan akhirnya Lala dapat tidur juga setelah berjalan2 di jogja dan naik Prameks. Sebelum sampai di Solo, Lala dibangunkan dulu supaya tidak “gelo” karena sudah naik kereta express.

Previous Article

3 thoughts on “Piknik naik Prameks

  • imam
    25 Desember 2008 at 16.15

    Asik juga nich..
    Saya ada rencana sebaliknya
    Route Jogja Solo Ajak si Kecil 🙂

  • Rizky
    22 Juli 2009 at 12.11

    Memang kereta ini bekas KRL, tetapi bukan bikinan jepang tetapi Holec Ridderkerk Belgien Nederland. Berpenggerak elektrik 1500V rakitan INKA tahun 1996-1997 dengan komputer fuzzy untuk switching power. belinya baru gress. tadinya buat KRL tetapi sering korsleting (maklum produk Belanda) nah makanya saya juga mikir-mikir kalau mau beli produk elektronik belanda. kalau ke jakarta pasti masih nemu yang seperti ini dalam bentuk KRL.
    Kita juga bikin KRL (KRLI) tetapi biayanya terlalu mahal. kalau mau lihat bikinan INKA ada di Jakarta, digunakan untuk lingkar TanahAbang dan Tg. Priok, KRLI malah paling keren dibanding dengan Hyundai, Tokyu-Car, Rheostat, Nippon, Hitachi, JR (Kalau nggak percaya bisa buktikan sendiri)…
    Salam……

    • admin
      6 September 2012 at 22.24

      wah mantab informasinya

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *.

*
*
You may use these <abbr title="HyperText Markup Language">HTML</abbr> tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>