Musuh rumah no 1

Ada 3 jenis musuh besar di dalam rumah P21 yang selalu mengganggu aktivitas harian dirumah.

  1. Tikus / Mus musculus
    Yap, sang musuh ini dulu pernah menyerang di awal-awal pernikahan. Masa-masa indah penganten baru diganggu oleh sejumlah penyusup dapur yang mencari sesuap makanan sisa (bahkan yang baru juga).

    rat.jpg

    Perangkap tikus yang bentuknya seperti kandang tidak mempan menipu tikus supaya masuk kedalam perangkap. Ternyata mereka tidak bodoh. Sepertinya jika satu tikus sudah terperangkap, sepertinya ada bau khusus semacam warning buat para konco tikus yang lain agar tidak ikut terperangkap diperangkap yang sama. Hingga istri hamil, akhirnya perburuan para tikus dihentikan, karena takut kalau nanti terjadi apa-apa. Hanya saja jengkel dan bersumpah suatu saat tikus2 itu pasti bakal lenyap dari P21.Setelah baby lahir, barulah dimulai perburuan itu lagi. Yang pertama-tama adalah dengan menggunakan lem tikus.Dulu aku pikir lem tikus adalah sejenis merek lem seperti lem Castol, lem Fox. Ternyata Lem Tikus adalah salah satu perangkap untuk tikus. hehehe kamso tenan ..

    Ternyata dengan menggunakan lem tikus ini, cukup ampuh menanggulangi hama tikus. Mulai dari tikus jantan, betina, besar sampai yang kicikici semua bisa nempel kayak perangko.Masalahnya adalah aku ‘gilo’ dengan tikus, dan untuk membuang tikus yang terperangkap di triplek yang ada tikusnya adalah dengan mengambil satu persatu tikusnya. Akhirnya aku memakai kardus sebagai pengganti triplek, dan kalau ada tikus yang terperangkap, tinggal masukkan perangkap + tikusnya ke plastik dan buang ke TPS dekat pasar. rebes !Sebenarnya kunci dari munculnya hama tikus dirumah adalah kerapihan lingkungan rumah. Kalau lingkungan rumah bersih dan rapi, pasti tidak ada tikus yang mau tinggal. Jadi diusahakan di rumah tidak ada barang2 / kardus2 yang tidak jelas fungsinya tertumpuk di pojok2 rumah sehingga daerah tersebut menjadi gelap dan lembab. Daerah2 seperti itu yang sangat disukai tikus. Jadi usahakan beri jarak antar barang, jangan sampai membentuk sebuah perlindungan buat tikus.Sampai sekarang belum ada serangan berarti dari hama tikus lagi. Hanya terkadang ada 1 tikus clurut yang tersesat masuk ke rumah. Terkadang menjengkelkan juga, karena masuknya selalu pas jam Prime Time disaat sedang asyik2nya bercengkerama dengan anak istri, terpaksa harus main Smack Down sama clurut.

  2. Semut
    Serangga yang satu memang ada di mana-mana, tapi di rumah ada beberapa jenis semut yang mendominasi.Ada semut kecil2 sekali, warna merah, halus, kalau menggigit tidak begitu gatal, tapi terasa dan kalau dibunuh mengeluarkan bau yang tidak sedap. biasanya nangkring di daerah dapur, tempat gula dan bahan makanan lain.Ada semut yang berukuran sedang, warna merah, kalau menggigit lumayan terasa, tidak bau, biasanya menyusup ke mi instan, bikin bungkus mi instan bolong2 dan tidak layak makan.

    Ada semut yang ukurannya lebih besar, warna merah, kalau gigit luar biasa terasa, kadang sampai muncul benjolan merah dengan semacam gundukan cairan putih di ujungnya. Bekas gigitan gak hilang dalam beberapa hari.

    Ada semut hitam, ukuran sedang, jarang gigit, larinya cepat, biasanya nangkring di toples gula.

    Yang nggak ada adalah semut “ngangkrang”. biasanya nangkring di pohon mangga. padahal di halaman belakang ada pohon mangga. mungkin karena pohonnya belum berbuah.

    Solusinya ya siap2 kapur semut, semprot serangga, dan sering2 ngepel lantai.
    Ada mitos kalau sang semut mulai berduyun2 naik lewat tembok (pokoknya ke arah atas) tidak lama lagi / beberapa hari lagi bakalan turun hujan. Mungkin ada benarnya, sebab diakui hewan dikaruniai insting yang luar biasa hebat.

  3. Rayap

    Inilah musuh no1 di P21. Yang paling merusak, yang paling susah dibasmi. Terbukti sudah 1/4 bagian rumah nyaris dihancurkan oleh serangga imut berjumlah ribuan. Tercatat sudah hampir 2juta rupiah untuk memperbaiki hasil karya rayap untuk tahun lalu. Untuk tahun ini (maksudnya 2008 nanti) belum tercatat, tapi diperkirakan 1,5 jutaan.

    beruntung saat ini bagian rumah yang diserang adalah bangunan tambahan di belakang, tepatnya area dapur dan gudang. Sampai sekarang belum menemukan (dan belum mencari) sang pembasmi rayap , karena juga belum tahu estimasi biayanya. Sebenarnya percuma renovasi kalau rayapnya sendiri tidak diusir dari kawasan rumah. Karena kalaupun renovasi memakai atap baja ringan, kemungkinan rayap akan tetap mencari bagian rumah yang ada kayunya. Sangat tidak mungkin rumah tanpa komponen kayu.

    Dari informasi yang didapat, untuk menghindari rayap sebenarnya sederhana : jangan sampai genteng ada yang bocor !
    Ya, karena sekali genteng bocor, maka air akan mengenai kayu yang menyebabkan kayu menjadi lembab. Kondisi kayu yang lembab inilah yang disukai para rayap sebagai tempat tinggal mereka yang baru.


Tinggalkan Balasan