Dilarion

blog o dilarion

Mbak Mur Pulang Kampung

Weleh weleh, rasanya baru sebulan dibuai mimpi indah lepas dari kerjaan rumah, sekarang bangun pagi bener2 terbangun dari mimpi. Mbak Mur minta pulang kampung.

Sebenarnya sudah kemarin dibicarakan, tapi aku pikir pulangnya nunggu pas liburan besok.  Gak tahunya pagi itu juga minta pulang dengan alasan tidak kerasan di rumah, dia mengatakan kalau dia tidak ada masalah dengan siapapun, dengan apapun, kecuali dia nggak bisa lepas memikirkan anaknya yang masih kecil. Dari cerita istri, dia punya anak seumuran SMP, dan belum lama ini mengalami kebutaan karena darah tinggi, dan baru 1 bulanan masuk ke SLB. Sedangkan anak ragilnya meninggal. Kasihan. Suaminya dulu bekerja sebagai tukang kayu / mebel. Sebenarnya mbak Mur dipersiapkan untuk menggantikan mbak Tari yang sudah habis masa kerjanya dan gak mau perpanjang lagi.

Yo wis Mbak, yen arep mulih rapopo, dari pada yen ditahan2 kerjone ora tentrem.

Kata istri, seorang wanita merasa lebih baik bekerja kasar dan gaji sedikit yang penting dekat dengan anak-anaknya. Itu lebih membuat hati tenteram.

Oke, sekarang bangun dari mimpi n mulai kerja beres2 rumah sendiri lagi. BTW ada plusnya juga kalau mbak Mur nggak di rumah, karena dari dulu terbiasa kerja rumahan, begitu ada mbak Mur, hampir semua kerjaan dihandle sama dia. Sedangkan aku justru malah jam 8 malam sudah tidur, bangun jadi agak siang, badan malah gak bersemangat.

ambil nilai positifnya, dan jangan lupa CARI GANTINYAAAAA !!!

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *.

*
*
You may use these <abbr title="HyperText Markup Language">HTML</abbr> tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>