Browse Category

Nunut Ngeyup

Mainan Bebek Lilin

Mainan bebek lilin ini. Masihkah ada ada di kota panjenengan ?

Setahu saya, mainan ini hanya dijual pas ketika ada sholat Idul Fitri / Idul Adha. Dijual seharga Rp. 2000 seplastik isi 2  bebek. Dan sudah pasti yang jual adalah bapak-bapak yang sudah sepuh, yang masih membuat mainan ini dengan tangannya sendiri. Yang muda-muda jualannya balon dan mainan-mainan plastik moderen lainnya.

Mainan ini sangat rapuh, karena hanya berupa moulding lilin yang ditempelkan 2 sisinya. jadi bagian dalamnya kosong. Mirip bikin celengan dari plastik.

IMAG1909

IMAG1907

Lihatlah begitu lucu dan romantisnya kedua bebek ini

IMAG1908

Mari berhenti dan berpikir

Sudah beberapa hari melakukan coding dan menghias dengan css. Ada satu bagian (dan sebenarnya banyak bagian) yang menurut saya agak sulit untuk dikerjakan karena memang belum berpengalaman pada bagian tersebut yang mungkin untuk yang berpengalaman adalah hal yang sangat mudah.

Terkadang kita terlalu terobsesi, berambisi untuk cepat menyelesaikan permasalahan yang ada. Semakin kita paksakan, maka terkadang justru akan membuat kita berputar2 pada masalah yang ada, tanpa ada penyelesaian.

Jadi saya teringat dengan filem Dora the Explorer idola anak ketika masih batita, yang selalu berhenti diperjalanan dan berpikir jika ada permasalahan atau pilihan jalan, lalu zoom out ke gambar yang lebih besar. Itulah yang sebenarnya harus kita lakukan. Berhenti sejenak, berpikir dan melihat gambar yang lebih besar, big picture, the big map. Atau justru kita akan mencoba hal2 / metode yang lebih primitif untuk membuktikan teori dasar dari permasalahan.

Satu lagi, coba coba coba.

Piknik naik Prameks

3 Mei 2008, hari Sabtu, long weekend di Solo. siang-siang tidak ada acara mendadak si kecil rewel ingin naik kereta. Sepertinya pengen naik kereta yang seperti di supermarket ADA, beli koin 1000 x 2, bisa naik kereta muter2 4x putaran. Tapi berhubung di Solo, tidak tahu tempat yang ada keretanya, akhirnya sepakat untuk naik kereta Prameks ke Jogja. Lagipula sudah lama sekali sudah lama ingin naik kereta Prameks. Itung2 nostalgia masa berpacaran yang tak dapat terlupakan terbayang bayang di mata tak luput dari pandangan (H. Ona Sutra sekali… )

Akhirnya naik Prameks 7 yang berangkat jam 11.45. Beli tiket masing-masing Rp. 7000 untuk 1 orang dewasa, untuk si kecil nggak bayar dianggap batita, dan bisa dipangku. Tiket sejak dari dulu kala tidak berubah, cuma seperti kertas karton tebal berukuran kira2 2×3 cm, dengan font mirip Times, dengan lobang di tengah karcis untuk meletakkan di tempat diteket di loket. Keretanya berwarna kuning mungkin ex Jepang, bukannya meremehkan sih, apa bisa beli baru ?

Keep Reading

Ahli Syukur

Aku tidak tahu nama lengkapnya, cuma aku, ibu, istri biasa memanggil pak Yed atau pak Yedi. Beliau bekerja di sebuah hotel kecil di Semarang, kata beliau hotel tempat bekerjanya memang kecil namun terletak di tengah kota dan bersih dari kegiatan esek2. Yang ingin aku ceritakan di sini adalah mengenai kebiasaan pak Yed. Keep Reading

beda Institusi beda Prosedur jilid 2

suatu ketika saya ada perlu untuk memberikan dokumen ke seseorang di institusi swasta.

— di Pos Sekuriti —

Sekuriti : ada perlu apa mas ?

dilarion : selamat siang pak, saya mau bertemu sama pak Y

Sekuriti : keperluannya apa ya ?

dilarion : mau berikan dokumen ini.

Sekuriti : ini apa ya ? (sambil nunjuk amplop) penawaran barang ya ? kalau penawaran brosurnya ditinggal sini saja (… bussseett brosur …). sudah janjian belum ?

dilarion : Sudah, dulu saya janji berikan dokumen ini. Ini company profile perusahaan saya pak.

Sekuriti : kalau begitu dokumennya ditinggal sini saja, nanti saya yang akan sampaikan ke Pak Y.

OK, percakapan selesai, tidak ada negosiasi.

beda Institusi beda Prosedur jilid 1

suatu ketika saya ada perlu untuk menyerahkan surat ke pak X, di suatu instansi pemerintahan. karena ada perlu lain yang lebih penting, maka surat akan saya titipkan saja di sekuriti, nanti biar pak X yang ambil. beres, gampang dan umum.

— di pos Sekuriti —

Sekuriti  : ada yang bisa dibantu mas ?

dilarion   : nngg.. anu, ini mau titip buat pak X

Sekuriti  : oh anda masuk saja dibelakang gedung ini ada ruangan bagian ABC, nanti cari pak X di sana.

dilarion  : nnngg… ini saya mau titip saja, tadi sudah bilang pak X mau nitip saja ke sekuriti

Sekuriti  : wah nggak bisa mas, njenengan ke bagian ABC saja, dititipkan di bagian administrasinya. Di belakang gedung ini ada ruangan bagian ABC

dilarion   : wah gitu ya, ya udah pak saya ke sana. (ambil motor, ngebut ke gedung belakang)

— sampai di gedung belakang, bagian ABC —

administrasi  : ya mas, ada apa ?

dilarion  : hehhh… hehhh…. (megap-megap capek) … ini bu, mau titip surat buat pak X.

administrasi : oh buat pak X ? langsung aja ke lantai 4 langsung belok kanan nanti tanya sana mau ketemu pak X

dilarion : wah saya tadi sudah diberitahu sama pak X supaya dititipkan di administrasi saja.

administrasi : lha ini surat apa to ? pribadi ya ? gak ada nomernya ? wah ini pribadi ya. ndak berani saya nerima. njenengan langsung naik saja ke atas.

— sampai di lantai 4 —

dilarion : misi pak, mau nganter surat buat pak X

bapak2 : oh pak X ? tadi ada. bentar saya carikan dulu ya….

akhirnya bertemu juga dengan pak X. cape deeee….